Pondok Pesantren Al-Ikhlash terletak di kawasan pedesaan di bawah Gunung Manggar (sekitar 25 km dari kota Jember). Pondok ini didirikan sebagai dasar bagi pendidikan generasi muslim dan muslimah, dengan harapan bisa memberikan bekal bagi mereka dalam mengarungi kehidupan dunia untuk menuju akhirat yang kekal dan abadi, beraqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis sesuai pemahaman Shalafusshalih.
Keberadaan Pondok ini tidak lepas dari sejarah panjang, sejak Kyai Imam Mukhtaram hijrah dari Ponorogo ke Jember tahun 1924, setelah merintis dakwah di Joresan Mlarak Ponorogo.
Kehidupan beliau di Jember tidak jauh berbeda, masih bergelut dibidang dakwah. Beliau memulai dakwahnya dengan bergerilya mengetuk setiap pintu-pintu rumah masyarakat, yang juga rata-rata adalah pendatang.
Kondisi masarakat saat itu sangat jauh dari kesolehan, pekerjaannya terkenal dengan M 5 (main judi, mabuk-mabukan, madat medok, maling). Dengan sabar beliau berdakwah, mengajak kembali kepada Allah, mengikuti Petunjuk Allah dan RasulNya, hingga akhirnya terus bertambah banyak sebagian syarakat yang menerima dakwah beliau.
Pada tahun 1929 menyusullah menantu beliau, yang berasal dari Krowe Lembdeyan Magetan, seorang ulama’, Jebolan dari Pondok Jamsaren Solo Jawa Tengah, KH Muhammad Syarif, setelah berhasil merintis berdirinya Pondok di Joresan Mlarak Ponorogo, dan melahirkan bibit-bibit ulama di Ponorogo saat itu.
Bersatunya KH Muhammad Syarif, dengan Kyai Imam Mukhtaram, bersinergi dalam dakwah dan akhirnya berdirilah sebuah masjid dan pusat dakwah pada tahun 1931 yang diberi nama Al-Mukhtaram (bagian serambi masjid). dan dilanjutkan pada tahun 1933 meneruskan bangunan bagian dalam masjid.
Selaku kepala tukang adalah Haji Usman, yang kerja tanpa pamrih (ikhlash lillahi ta’ala) dibantu dengan Bapak Hasan Mulyo dari Watu Kebo Ambulu Jember.
Perjalanan dakwah dan pendidikan semakin bergeliat saat menantu dan anak-anak KH. Muhammad Syarif sudah mulai bergabung membantu dakwah mereka.
Anak-anak beliau yang turut membantu:
1. Bapak Abdul Malik Syarif, (Pengurus Pondok Al Ikhlash).
2. KH. Ahmad Amar Sarif, (Alumni Pondok Darussalam Gontor Ponorogo, melanjutkan IPD (Institut Perguruan Tinggi Darussalam Gontor), kemudian belajar kepada Ustadz Abdul Qodir Hasan di Persis Bangil, dan belajar kepada Kyai Juaini Tretek Pare Kediri).
Juga Menantu beliau yang turut membantu:
1. Bapak KH. Muhammad Shohib (Ulama’ kharismatik, yang dekat dengan Masarakat)
2. Bapak Kyai Ahmad Qushoyi, (Alumni Pondok Darussalam Gontor Ponorogo, sekaligus Tokoh Muhammadiyah di Wuluhan saat itu).
Tentunya atas izin Allah-lah, akhirnya jerih payah dan keikhlasan para pejuang dakwah ini, serta bantuan dari segenap para-anshar dan masarakat sekitar Pondok, dan kaum muslimin Pondok Pesantren Al-Ikhlash bisa tetap eksis hingga saat ini, diizinkn oleh Allah ikut ambil bagian untuk menegakkan dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah, (baca: kembali kepada Al Qur’an dan Hadis sesuai pemahaman para sahabat).
Hingga saat ini, Yayasan Pondok Al Ikhlash memiliki beberapa unit lembaga Pendidikan:
1. Play Grup, Tarbiyatul Atfal Islam Terpadu (PG/TA-IT Al-Ikhlash)
2. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT Al-Ikhlash)
3. Pondok Putra (Tarbiyatul Mu’allimin/Pendidikan Guru, dilengkapi dengan Tahfidz Al-Qur’an)
4. Pondok Putri (Tahfidz Al Qur’an, dan mendalami Ilmu Syar’i).
5. Masjid Al-Mukhtaram
6. Majelis Ta’lim Ummahat/Ibu-Ibu
7. Majelis Taklim Bapak-bapak.
Semoga Allah menerima amal Ibadah mereka dan kita semua, dan semoga eksistensi Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash ini menjadi amal jaariyah mereka dan kita semua yang turut andil. Aamiin. Baarakallah fiikum.
Jember, 07-02-2024.
Hamzah Amali Amar Syarif.